Uncategorized

Kejanggalan Dibalik Penangkapan 4 Warga Menganti Berujung Nominal

Gresik||Liputankasus.com – Beredar informasi bahwa dari kasus HP hasil kejahatan yang telah terjadi setahun yang lalu, empat orang warga Menganti dijemput Anggota Resmob Polres Gresik dan Polres Tuban, pada Senin (25/08) dini hari.

Dari keterangan yang dihimpun, keempat orang yang dijemput itu yakni, CN, ZN, AR dan HD warga Menganti, Gresik, Jawa Timur. Dan pihak keluarga terduga menyebut tidak ada Sprinkap (surat perintah penangkapan) resmi dari pihak kepolisian.

‘Saya bingung kemana suami saya, setelah itu saya mendapatkan kabar dari teman suami bahwa suami saya dibawa Polisi, tapi saya tidak menerima surat pemberitahuan resmi dari Polisi,” ujar istri salah satu orang dari empat terduga.

Lebih lanjut, keempat keluarga terduga pelaku diperintahkan untuk datang di salah satu rumah di kawasan Hulaan Menganti, yang belakangan diketahui merupakan basecamp anggota Opsnal Polres Gresik bagian Selatan.

Di rumah tersebut, keempat keluarga terduga pun dibuat kwatir bahwasanya jika tak segera di ‘Selesaikan’ keempat terduga akan dibawa ke Polres Tuban.

Dari keterangan keluarga terduga, bahwa Anggota Polisi yang menangkap mengatakan jika keempat terduga tersebut akan dibawa ke Mapolres Tuban untuk diproses lebih lanjut.

Namun pembicaraan mereka justru berujung pada sejumlah nominal agar kasus ini dapat diputus selesai dan keempat terduga tidak jadi dibawa ke Mapolres Tuban.

Dikonfirmasi melalui chat WhatsApp nya, Kasat reskrim Polres Gresik AKP Abid membenarkan adanya penangkapan keempat orang tersebut.

“Oh itu anggota kita hanya memback up saja bang, Dikonfirmasi kesana aja mas, saya kurang monitor perkembangan kasus nya anggota hanya back up aja kemarin,” terangnya kepada wartawan, Rabu, (27/08).

Hingga berita ini ditayangkan, awak media masih belum mendapatkan jawaban usai melakukan konfirmasi ke Kepala Satreskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexander.

Adapun nominal yang harus digelontorkan, menurut keterangan tiga keluarga dari empat orang tersebut berjumlah cukup fantastis.

“Awal 100 juta untuk 4 orang, kemudian di telfonkan oleh anggota tersebut ke komandannya, turun menjadi 50 juta. Karena bagi kami masih berat, Kemudian kita berunding lagi, kita minta 35 juta, dan ini belum ada jawaban dari komandannya Pak.” terang istri salah satu terduga, Senin, (25/09).

Hal itu pun dibenarkan oleh keluarga terduga pelaku lainnya. Salah satunya, yakni ayah dari ZN. Lantas tak menunggu lama mereka pun beranjak pergi, untuk segera mencari dana guna pembebasan para terduga.

“Kita hanya dikasih waktu 1 x 24 jam Pak” ujarnya ke wartawan.

Benar saja, pada malam harinya, keempatnya telah dipulangkan. Mirisnya, salah satu dari empat terduga itu harus menggadaikan sendiri Mobil pick up miliknya yang notabene digunakannya untuk bekerja sehari hari.(red)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button